Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Juni 2012

Usaha Untung Besar, Dari Cookies Aneka Rasa

“Imut, lezat, dan renyah!!!” Paduan inilah yang berhasil membuat camilan cookies aneka rasa diminati konsumen di berbagai belahan dunia. Bila dulunya cookies diciptakan karena sebuah kecelakaan kue di Negara Belanda (berasal dari kata “koekje” yang berarti kue kecil), sekarang ini cookies menjadi salah satu camilan lezat yang sangat cocok dijadikan sebagai teman santai maupun menjadi hidangan khusus di acara-acara istimewa, seperti misalnya pada saat menjamu tamu di Hari Raya Idul Fitri, Natal, maupun tahun baru.

Seiring dengan perkembangan waktu, cookies atau yang lebih akrab disebut dengan kue kering ini banyak digemari konsumen dari berbagai kalangan masyarakat. Tentunya moment tersebut bisa Anda manfaatkan dengan baik untuk merintis sebuah usaha. 

Karenanya, bagi Anda para mahasiswi yang memiliki hobi memasak, tidak ada salahnya bila Anda mencoba memproduksi cookies aneka rasa sebagai salah satu peluang bisnis mahasiswa yang menjanjikan untung besar setiap bulannya.

Konsumen
 
Pada dasarnya cookies disukai hampir semua orang. Mulai dari anak kecil, kalangan anak muda, hingga orang dewasa, semuanya menjadikan cookies sebagai teman asyik untuk menemani waktu santai yang mereka miliki. Selain itu, belakangan ini cookies juga mulai diinovasikan sebagai makanan tambahan bagi sebagian besar bayi di Indonesia. 

Dengan kandungan gizi yang cukup tinggi, cookies menjadi salah satu camilan ringan yang bisa dinikmati konsumen dalam segala suasana.
***


Senin, 25 Juni 2012

Dompet Handphone Murah Datangkan Untung Jutaan

Laris manis perkembangan bisnis handphone di Indonesia ternyata tidak hanya memberikan keuntungan besar bagi para produsen maupun distributor produk telepon seluler, namun juga mampu memberikan peluang bisnis baru bagi para pengrajin sarung atau dompet handphone yang keberadaannya semakin hari kian diminati para konsumen.

Tak bisa kita pungkiri bila beragam jenis aksesoris handphone, tidak terkecuali dompet atau sarung pelindung pun kini mulai dilirik konsumen untuk mempercantik penampilan ponsel yang mereka miliki. Kondisi inilah yang belakangan bisa Anda bidik dengan baik untuk dijadikan sebagai ladang bisnis baru yang menjanjikan untung besar setiap bulannya.

Konsumen
 
Hampir setiap orang yang memiliki handphone menginginkan tampilan ponselnya terlihat cantik dan menarik. Karenanya, Anda bisa membidik semua kalangan masyarakat untuk dijadikan sebagai calon konsumen yang cukup potensial. Misalnya saja dengan membidik para remaja yang menginginkan pernak-pernik serba unik, konsumen dewasa yang membutuhkan dompet handphone untuk melindungi telepon selulernya, serta kalangan menengah keatas yang membutuhkan dompet handphone untuk menunjang penampilan/ fashion mereka setiap harinya.
***


Jumat, 15 Juni 2012

Agnes Mengolah Kain Perca Batik Menjadi Sepatu Unik

Dengan usia yang relatif masih muda, Agnes Tandia, 23 tahun, berhasil menemukan ide sekaligus memproduksi sepatu berbahan batik. Selain memasarkan produk sepatunya di dalam negeri, Agnes juga punya jaringan pemasaran sepatu hingga ke Malaysia. Saban sebulan, Agnes meraup omzet lebih dari Rp 60 juta.

Jika kebanyakan kaum perempuan hanya bisa membeli sepatu buatan orang lain, lain halnya dengan Agnes Tandia di Bandung. Ia justru lebih banyak memakai sepatu buatannya sendiri.

Bahkan keahlian Agnes membuat sepatu itu telah menjadi ladang bisnis yang menggiurkan baginya. Kini, Agnes mampu memproduksi hingga 500 pasang sepatu wanita per bulan dengan omzet lebih dari Rp 60 juta.

Agnes pertama kali membuat sepatu wanita pada 2008, saat ia berusia 19 tahun. Ide itu muncul saat ia melihat banyak sisa kain pembuatan jaket berserakan di konveksinya. Maklum, sebelum memproduksi sepatu, Agnes sudah memproduksi jaket batik.

Dari bahan batik sisa jaket itulah Agnes mendesainnya menjadi sepatu. "Sayang jika bahan batik itu terbuang percuma," terang Agnes.

Ketika itu, Agnes belum punya keinginan membuat sepatu untuk keperluan komersial. Dia hanya ingin membuat sepatu buat dirinya sendiri. Tapi ternyata, banyak koleganya tertarik dengan sepatu dengan tampilan unik itu. "Bahan batik menjadi lapisan luar dari sepatu," terang Agnes.

Karena banyak yang berminat, Agnes memutuskan memproduksi sepatu yang dia beri merek Kulkith itu. Bahkan, agar produknya ini terkenal, ia membawa sepatu itu pada ajang pameran. Pada tahun 2009 itu, Agnes mengikuti pameran kerajinan Inacraft di Jakarta Convention Center (JCC). "Saya membawa dua lusin sepatu motif batik yang saya produksi dengan modal Rp 2 juta," terangnya.

Dari pameran itu, hatinya makin mantap berbisnis sepatu batik lantaran punya pasar potensial. Hampir seluruh sepatu itu habis terjual. Agnes pun pulang dengan membawa duit sekitar Rp 8 juta. "Dari dua lusin yang saya bawa, yang tersisa hanya lima pasang," kenang Agnes.

Dengan usia yang tergolong muda, Agnes kini sudah memiliki toko sepatu sendiri di Bandung, Jawa Barat. Ia juga sudah memiliki agen penjualan sendiri di Jakarta. Tak hanya itu, Agnes juga memiliki agen pemasaran hingga ke Malaysia. Namun begitu, penjualan sepatu batiknya masih mengandalkan pasar Jabodetabek.

Keunggulan sepatu produksi Agnes terletak pada penggunaan bahan baku. Agnes membuat sepatu dengan memadukan kain batik dengan bahan baku kulit. "Penggunaan bahan batik inilah ciri khas sepatu kami," terang Agnes.

Dengan mematok harga jual Rp 130.000 sampai Rp 250.000 per pasang, Agnes membidik segmen pasar kalangan perempuan muda yang berusia 15 tahun sampai usia 25 tahun.

Alumni Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB itu mengaku sengaja memproduksi sepatu batik untuk kaum perempuan. Sebab, dari penilaiannya, kaum perempuan lebih peduli akan desain sepatu ketimbang kaum pria. "Maka itu setiap bulan saya selalu merilis tiga desain baru agar tetap bisa mengikuti tren pasar sepatu," jelas Agnes.

Demi kepuasan pelanggannya, Agnes tidak mau menjual sepatu dengan harga mahal. Alasan dia, konsumen bakal jarang berbelanja jika harga jual sepatu itu terlalu berat bagi kantong. "Jika harganya murah, mereka akan sering berbelanja," terang Agnes.

Walaupun harga sepatu itu terbilang murah, tetapi Agnes tidak mau menyepelekan masalah produksi. Ia tetap membuat sepatu dari bahan baku batik berkualitas dan bahan kulit yang bermutu. "Pemilihan corak batik juga penting agar cocok dibuat sepatu," kata dia.

Dalam bisnis ini, keluhan Agnes hanya satu: susahnya mencari tenaga kerja. Sebab, bisnis ini butuh tenaga kerja yang terampil, handal, serta kreatif. "Faktor tenaga kerja sangat penting karena sepatu kami ini buatan tangan atau hand made," katanya. 

***

sumber:  http://peluangusaha.kontan.co.id


Jumat, 01 Juni 2012

Omzet Bisnis Produk Kulit Bisa Miliaran Rupiah

Produk berbahan kulit asli memang terbilang mahal. Tapi bukan berarti produk ini tak diminati masyarakat. Buktinya, bisnis produk kulit terus dibanjiri pesanan hingga bisa meraup omzet miliaran rupiah.

"Pesanan ada aja walaupun saingan lebih ketat," ujar pemilik usaha Sasta Collection, Santi, kepada Kompas.com, di sela-sela Gelar Sepatu, Kulit, dan Fashion 2012, di Jakarta Convention Center, Senayan, Sabtu (19/5/2012).

Santi yang telah memulai usaha sejak tahun 2000 ini mengaku tak pernah mengalami sepi pembeli sekalipun usaha produk kulit kian menjamur di Garut, Jawa Barat. Produk kulitnya, mulai dari dompet hingga tas, terus menyasar pasar di Jakarta hingga Yogyakarta. "Bahkan sampai Batam. Mereka (pembeli) ambil barang ke saya," sambung dia.

Pembeli dari negera tetangga, yakni Malaysia, pun langsung berkunjung ke Garut, untuk membeli produk kulit Santi dan suaminya, Adis. "(Pembeli) Malaysia sering ke toko tiap minggu atau dua minggu. Belanja barang yang ada di toko," ucapnya.

Kian banyaknya masyarakat yang membeli produk kulit asli pun diakui oleh Ali Zaenal Abidin,  adik pemilik usaha produk kulit Barokah, di Sidoarjo, Jawa Timur. Ali mengatakan, harga produk kulit tentunya lebih mahal ketimbang imitasi. Misalnya, untuk dompet kulit yang dijualnya dihargai sekitar Rp 85.000 per buah, lalu untuk sebuah jaket kulit bisa sampai Rp 1,2 juta.

Ali menyebutkan, mahalnya produk kulit sudah tentu membuat omzet usaha pun kian besar. Keuntungan usaha produk kulit bisa berlipat-lipat. "Omzet terus naik, ya setahun ya bisa miliaran rupiah," tegas dia.

Ia pun mengaku, selama empat hari pameran di arena Pekan Raya Jakarta (PRJ), Kemayoran, pada pekan lalu, bisa meraup omzet Rp 50 juta. "Itu cuma empat hari, kan rata-rata pameran memang segitu harinya," pungkas dia. 

***

Jumat, 20 April 2012

Potensi Bisnis Baju Perempuan Menyusui

Sudah menjadi kodrat bagi para ibu untuk memberikan air susu ibu (ASI) kepada bayinya. Namun aktivitas menyusui bisa terganggu kalau kebetulan sang ibu sedang berada di tempat umum. Karena itu, agar tetap bisa memberi ASI di mana saja, produsen pakaian pun membuat pakaian khusus bagi ibu menyusui. Bisnis ini terus berkembang selama ada ibu hamil.

Seiring tingginya kesadaran ibu-ibu untuk memberikan air susu ibu (ASI) untuk buah hatinya, mendatangkan peluang untuk berbisnis pakaian ibu menyusui. Maklum, sering, para ibu merasa tak nyaman jika ia terpaksa menyusui di depan banyak orang.

Salah satu produsen pakaian ibu menyusui ini adalah Jovita Roland. Pemilik merek Milky Way ini mulai membuat pakaian ibu menyusui sejak tahun 2007.

Awal mula Jovita terjun pada bisnis ini karena ia kesulitan mencari baju untuk ibu menyusui di pasaran. "Bisa dibilang, saat itu, hampir tak ada pakaian model ini," jelasnya.

Ternyata, hasil kreasinya mendapat respons yang baik dari banyak ibu di sekitar tempat tinggalnya. "Dari situ, saya melihat, permintaan untuk produk ini ada dan berpotensi untuk digarap menjadi sebuah bisnis ke depannya," tuturnya.

Ketika mendesain pakaian ini, Jovita tak hanya mengejar fungsi, tapi tetap memikirkan sisi modis dan kenyamanan. Maklum, baju ini mungkin akan dipakai oleh si ibu selama dua tahun masa menyusui. "Pakaian ini digunakan dalam keseharian, maka model, warna dan motif perlu diperhatikan untuk menghindari kejenuhan," ujarnya.

Mengaku sebagai pionir usaha ini di tingkat lokal, Jovita mengatakan, kini, kompetitor yang membuat pakaian khusus untuk menyusui mulai bermunculan. "Sebelumnya, kebanyakan pakaian menyusui ini merupakan produk impor dan harganya jauh lebih mahal," tandasnya.

Di Milky Way, Jovita menjual produk ini mulai Rp 100.000 hingga Rp 600.000. Ia pun tak gentar bersaing dengan produk impor. Selain kualitas bahan dan model yang setara, produk impor itu tak berlabel brand besar.

Produk Milky Way menyasar semua kalangan. Bahkan, produk ini banyak dipesan oleh WNI yang tinggal di luar negeri, seperti Australia, Jepang, Korea, hingga Belanda. "Kami menggunakan bahan kaus," kata Jovita.

Selain menjual eceran melalui reseller, Jovita juga menerima pesanan dengan desain khusus. Setiap bulan, ia bisa menjual 300 hingga 400 pakaian. Dus, omzetnya pun bisa mencapai Rp 50 juta per bulan.

Dengan melakukan kerja sama dengan beberapa pihak seperti organisasi dan komunitas menyusui serta rumah sakit ibu dan anak, Jovita berharap mampu mengedukasi para ibu bahwa menyusui itu tetap mudah meski sering bepergian. "Menyusui itu menyenangkan dan akan menjadi masa-masa yang dirindukan oleh tiap ibu nantinya," tandasnya.

Selain Jovita, Ester Lilis juga terjun dalam bisnis baju menyusui. Ia merintis usaha ini sejak 2009 di Bekasi.

Awalnya, Ester membuat baju untuk dirinya sendiri. Ia membuat baju khusus menyusui ini karena sangat sulit menemukan tempat yang nyaman untuk menyusui ketika berada di luar rumah.

Ester pun kesulitan mencari baju jenis ini yang diproduksi lokal. "Kebanyakan baju impor yang harganya mahal," ujarnya. Akhirnya, demi memenuhi kebutuhannya, Ester lantas mendesain baju menyusui untuk dirinya sendiri.

Tak disangka, desain bikinannya mendapat respons yang baik dari keluarga dan teman-teman dekatnya. Pikiran Ester pun jadi terbuka bahwa membuat baju menyusui bisa menjadi peluang bisnis yang hasilnya lumayan.

Pasalnya, setiap hari pasti akan ada ibu yang melahirkan kemudian menyusui anaknya. "Permintaan baju khusus menyusui pasti akan terus ada, selama ada ibu hamil," katanya, sumringah.

Selain itu, saat ini kesadaran untuk menyusui di kalangan ibu-ibu juga meningkat tajam setelah undang-undang mengenai aturan penggunaan susu formula diterapkan. Menurut Ester, meningkatnya kesadaran untuk menyusui ini tentu membuat baju menyusui semakin dibutuhkan.

Ester mengaku ide desain baju ini diperolehnya dari majalah mode. Permintaan saat ini didominasi oleh baju khusus menyusui untuk wanita muslimah.

Karena itu, Ester juga rajin membolak-balik halaman majalah baju muslim. "Sekitar 90% permintaan justru untuk baju menyusui muslimah. Mungkin agar lebih efisien karena sekalian baju muslim," tandasnya.

Ester menjual baju khusus ibu menyusui dengan kisaran harga Rp 85.000 sampai Rp 160.000 untuk baju berbahan katun lokal. Adapun baju menyusui dengan bahan kaus rayon, harganya mulai Rp 100.000 sampai Rp 190.000.

Meski hanya memasarkan lewat dunia maya, Ester telah mengirim banyak pesanan hingga ke Sumatra, Kalimantan, Sulawesi bahkan Papua. "Tapi pesanan mayoritas masih datang dari Jabodetabek," imbuh Ester.

Setiap bulan, Ester sanggup menjual hingga 70 baju ibu menyusui. Dengan begitu, ia pun bisa mendulang omzet lebih dari Rp 10 juta per bulan.

Demi memenuhi permintaan pakaian khusus ibu menyusui yang kian ramai ini, Ester pun menggandeng lima produsen baju di seputar Jawa Tengah dan Jawa Barat. Maklum, selain desain yang variatif dan motif, harga tetap menjadi pertimbangan utama konsumennya. "Saya memang melakukan kerja sama dengan produsen lain dan juga banyak konveksi, supaya bisa mendapatkan harga yang lebih kompetitif," pungkasnya.

***

sumber : kontan online

Senin, 20 Februari 2012

6 Sebab Gagalnya Waralaba

Banyak orang menyangka berbisnis waralaba merupakan langkah pasti menuju sukses. Tapi pada kenyataannya, banyak alasan yang membuat bisnis waralaba berakhir tidak seperti yang diperkirakan.

Dalam artikel yang dikutip dari investopedia, terdapat beberapa pertimbangan yang bisa anda kaji sebelum terjun langsung ke bisnis waralaba. Kenali 6 penyebab kenapa bisnis waralaba mengalami kegagalan.

1. Modal awal dan royalti waralaba yang cukup tinggi

Modal awal dan franchise fee bisa sangat mempengaruhi laba penyewa bisnis waralaba. Sebagai contoh, jika anda ingin membuka waralaba McDonald's, anda harus punya lokasi sendiri (sewa maupun milik), belum lagi royalti waralaba sekitar Rp 405 juta (US$ 45.000) untuk memegang hak waralaba selama 20 tahun, setelah masanya habis maka bisa diperpanjang.

Jika dihitung-hitung secara total, biaya yang anda harus keluarkan untuk membuka sebuah restoran cepat saji McDonald's berkisar antara Rp 4,5 miliar sampai Rp 14,4 miliar.

Yang paling merepotkan adalah, franchise fee yang harus disetorkan per tahun. Setiap tahun, pemegang pemegang waralaba harus menyetorkan 12,5% omzetnya ke pemilik waralaba. Jadi, berapapun omzet anda atau sebaik apapun bisnis, anda akan terus terikat dengan peraturan ini.

Ongkos sewa tahunan ini merupakan syarat paling standar dalam dunia waralaba. Bahkan, Burger King meminta tambahan 4,5% jika ongkos waralabanya mencapai Rp 450 juta, sama seperti Dunkin' Donuts yang meminta tambahan 5,9% untuk franchise fee di kisaran Rp 360-720 juta tergantung lokasi.

Dikurangi gaji karyawan, uang makan dan pajak, bisa terlihat bahwa memegang lisensi waralaba tidak semudah seperti kelihatannya.

2. Biaya bahan baku yang mahal

Untuk anda bisa tetap berbisnis, kebanyakan pemilik waralaba memaksa para pemegang lisensinya untuk membeli bahan baku dari pensuplai yang biasanya masih ada hubungan 'spesial' dengan si pemilik waralaba. Biasanya, harga yang ditetapkan oleh pensuplai ini lebih tinggi ketimbang harga pasar.

Bahkan, beberapa pemilik waralaba makanan cepat saji mematok 5-10% lebih tinggi dari harga pasar untuk produk-produk seperti sayuran, tomat atau bahan baku lainnya. Padahal, sayuran tetap sayuran yang harganya biasanya hampir sama, tapi ini menjadi salah satu cara lain si pemilik waralaba menggenjot laba.

Jangan sekali-sekali anda membatalkan pesanan bahan baku dari si pemilik waralaba, karena bukan tidak mungkin ia kan memutus kontrak anda di tengah jalan sehingga anda tak lagi bisa berbisnis.

3. Minimnya pendanaan

Kebanyakan pemegang lisensi waralaba tidak punya akses ke pendanaan yang baik. Jadi, jika butuh tambahan modal, kebanyakan pemegang lisensi waralaba harus merogoh koceknya sendiri. Bisa dibilang, pemegang lisensi waralaba bergantung pada diri sendiri.

Beberapa pemilik waralaba mengetahui hal ini dengan baik sehingga memberikan opsi cicilan untuk franchise fee, modal awal, bahan baku dan peralatan untuk memulai waralaba. Situasi seperti ini biasanya lebih menarik para calon pemegang lisensi waralaba.

4. Minimnya kontrol lokasi

Beberapa waralaba punya aturan untuk tidak terlalu banyak membuka tokonya di sebuah kota demi menghindari saturasi pasar dan omzet yang anjlok. Akan tetapi banyak juga waralaba yang membuka toko sebanyak mungkin di sebuah kota demi menggenjot penjualan.

Itulah mengapa bukanlah sesuatu yang aneh jika anda melihat lima gerai McDonald dalam radius 8 km karena perusahaannya berusaha untuk meraup setiap uang yang ada di wilayah tersebut. Pemilik waralaba memang dapat untung banyak, tapi yang menderita adalah gerai si pemegang lisensi waralaba, karena tiap muncul satu waralaba di lokasi yang sama, maka omzetnya bisa turun sampai setengah.

5. Kurang kreatif

Sebauh waralaba biasanya mewajibkan keseragaman. Mulai dari dekorasi toko, papan reklame, produk yang ditawarkan sampai seragam pelayannya harus sama. Untuk orang yang menyukai kreatifitas, ini bisa membuat frustasi.

Jadi, jika anda yang terbiasa menjadi bos bagi diri sendiri, keseragaman ini mungkin cukup sulit dilakukan. Mungkin anda tidak cocok untuk berbisnis waralaba.

6. Pemilik waralaba kurang mengenal daerah baru

Anda pasti sering mendengar kalau kunci sukses dalam berbisnis adalah lokasi, lokasi, lokasi. Pasalnya, lokasi memang sangat mentukan sukses atau gagalnya sebuah bisnis.

Intinya, jika anda tidak bisa menemukan lokasi yang tepat untuk membuka waralaba, anda pasti akan kesulitan, karena si pemilik waralaba pun tidak bisa banyak membantu anda dalam menentukan lokasi.

Contohnya waralaba pizza. Anda tidak bisa dengan mudah membuka gerai pizza di sebuah daerah yang cukup ramai penduduk. Tetapi, anda juga harus perhatikan tingkat usia di lokasi tersebut.

Salah besar jika anda membuka gerai pizza di lingkungan ramai tapi isinya orang tua. Lebih baik anda cari lingkungan yang lebih sepi tapi isinya anak muda semua.

Riset seperti ini lah yang biasanya tak dimiliki oleh si pemilik waralaba. Si pemegang lisensi waralaba lah yang bertugas untuk melakukan riset ini sendirian tanpa bantuan kantor pusat.

Kesimpulan:

Menjalankan bisnis waralaba adalah sebuah keputusan serius yang harus dilaksanakan dengan hati-hati. Sebelum anda menyewa waralaba, banyak belajarlah mengenai perusahaan yang jadi target, begitu pula dengan produk dan lokasinya. Karena bahkan dengan produk dan lokasi yang baik, belum tentu anda bisa meraup laba. Jadi, pastikan adan tahu risikonya sebelum membuka waralaba.
***

(Sumber : detikcom)


Jumat, 10 Februari 2012

Jangan Lama-Lama Menjalankan Bisnis Rumahan

Bisnis Rumahan memang relatif kecil, baik dari modal, skala bisnis, hingga sumber daya. Namun menjalani bisnis rumahan tak boleh lama-lama. Harus ada tekad kuat untuk menjadikan bisnis tersebut naik skalanya, bahkan kalau perlu menjadi perusahaan Nasional. Sudah waktunya merubah mindset dari Bisnis rumahan menjadi bisnis dari rumah. Lho, ada bedanya ?

Menurut mentor bisnis dari Lembaga Pendampingan UKM Pillar Business Accelerator Lyra Puspa, istilah bisnis rumahan dan bisnis dari rumah memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Bisnis rumahan mengandung makna skala usaha tingkat rumahan alias kecil-kecilan. Bisnis rumahan juga dapat diartikan penuh keterbatasan, baik keterbatasan modal, keterbatasan sumberdaya, hingga keterbatasan profesionalisme.

Sedangkan Bisnis dari rumah bisa berarti 2 hal. Pertama, mengawali karir sebagai pengusaha dengan memulai bisnis dari rumah. Rumah menjadi kantor pusat, pusat produksi di awal berbisnis, dan mungkin cabang pertama. Lalu harapannya tentu lama-lama berkembang, skala usaha membesar, dan suatu saat memiliki kantor dan pabrik yang besar. 

Kedua, Bisnis Dari Rumah juga bisa bermakna seluruh aktivitas kegiatan kita dikontrol dan digerakkan dari rumah. Rumah sebagai kantor pusat seluruh operasional usaha. Bagian depan atau sisi sebelah rumah difungsikan sebagai kantor. Namun skala usaha bisa saja nasional bahkan global. Outlet tidak perlu di rumah, tetapi bisa di mana saja di muka bumi ini. Hanya saja, kita sebagai presiden direktur tetap berkantor pusat di rumah.

Contoh konkrit dari Bisnis dari rumah adalah bagaimana Yahoo! berkembang dari sebuah garasi mobil menjadi perusahaan internasional beromset miliaran dollar. Contoh lainnya adalah Mooryati Soedibyo pendiri Mustika Ratu dan Ibu Martha Tilaar pendiri Sari Ayu yang memulai bisnisnya dari garasi rumah sendiri terlebih dahulu, baru perlahan berkembang menjadi raksasa industri kecantikan seperti sekarang.

Menjalani bisnis rumahan memang sebuah alternatif mudah dalam membangun kerajaan bisnis. Beberapa bisnis rumahan yang berpotensi "naik kelas" antara lain catering, kuliner, fashion, bisnis online, dan masih banyak lagi. Sebenarnya, bukan persoalan jenis bisnisnya, namun lebih kepada konsep dalam membesarkan bisnis. Seorang pengusaha bisnis rumahan harus merubah mindset bahwa bisnis rumahan akan selamanya menjadi bisnis skala kecil. 

Beberapa upaya yang perlu ditempuh dalam menaikkan skala bisnis rumahan antara lain melakukan branding, menciptakan corporate identity, membenahi manajemen keuangan dan bisnis, serta mulai menawarkan produk dan jasanya ke level korporat.
***

Minggu, 05 Februari 2012

Mengintip Peluang Bisnis Pembayaran Online

Bisnis loket pembayaran online atau sering disebut PPOB alias payment point online bank marak belakangan ini. Kita bisa menemukan loket PPOB bertebaran di berbagai lokasi, terutama di kawasan perumahan.

Loket tersebut banyak didatangi orang karena melayani pembayaran PLN, PDAM, telepon, dan lain-lain. Padahal, kita tahu bahwa listrik dan telepon banyak sekali penggunanya. Alhasil, bisnis PPOB kian menjanjikan. Nah, kalau mau, Anda pun bisa memanfaatkan peluang ini.

Caranya mudah kok. Anda tinggal mengajukan kerja sama dengan perusahaan PPOB. Kebetulan, saat ini banyak perusahaan PPOB yang membuka kerja sama dengan masyarakat yang berminat terjun ke usaha ini.

Salah satu yang sudah sukses menjalani usaha ini adalah Ahmad Fuad. Sejak 2009, ia menjadi mitra PT Acsyndo yang bekerja sama dengan Bank Bukopin. Ia melayani mulai dari pembayaran listrik, PDAM, telepon, dan cicilan sepeda motor .

Hingga kini ia mampu melayani sebanyak 3.600 transaksi, dengan nilai transaksi mencapai lebih dari Rp 2,7 miliar per bulan. Pendapatan bersihnya berasal dari fee yang dihitung per transaksi.

Besaran fee setiap transaksi rata-rata sebesar Rp 1.000. "Taruh kata, kalau dihitung rata-rata Rp 1.000 per bulan, ya saya mendapat pemasukan bersih sekitar Rp 3,6 juta per bulan," imbuhnya.

Selain PT Acsyndo, masih banyak perusahaan PPOB lain yang menawarkan skema kerja sama semacam ini. Salah satunya adalah PT Bangun Usaha Energi Perkasa (BUEP) yang bekerja sama dengan Bank BRI.

Wengku Hari Agung, Kepala Cabang Wilayah Jawa Barat - DKI Jakarta PT Bangun Usaha, bilang bahwa syarat menjadi mitra perusahaannya cukup mudah. "Calon mitra cukup menyediakan lokasi loket dan komputer," ujarnya.

PT Bank Perkreditan Rakyat Karyajatnika Sadaya (BPRKS) juga melayani bisnis PPOB. Ribrata Sallata, Supervisor Marketing BPRKS mengatakan, sampai saat ini pihaknya telah memiliki 2.000 mitra. "Setiap mitranya rata-rata memiliki lebih dari seribu transaksi," ujarnya.

Menurut Ribrata, usaha ini menarik dijadikan sebagai bisnis sampingan. Kalau Anda tertarik menjajal usaha ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Berikut ulasannya:

Investasi

Modal awal yang dikeluarkan untuk memulai bisnis ini sangat kecil. Wengku Hari Agung bilang, investasi yang harus dikeluarkan mitra cukup dengan menaruh deposit uang sebesar Rp 100.000. Selain itu, mitra juga harus menyediakan lokasi loket dan seperangkat komputer.

Sementara syarat administratif berupa fotokopi identitas dan rekening BRI. "Jika semua syarat sudah dipenuhi, dalam seminggu sudah bisa beroperasi," ujar Agung.

Ribrata Sallata mengatakan, pihaknya menawarkan dua sistem kemitraan. Pertama, paket transaksi menggunakan mesin electronic data capture (EDC). Untuk paket ini, mitra wajib menyewa mesin EDC selama tiga tahun senilai Rp 4,5 juta. Melalui mesin ini, pembayaran listrik dapat dilakukan secara online.

Paket kedua melalui pendaftaran internet banking. Menurut Ribrata, mitra harus membayar registrasi senilai Rp 610.000 dan memasukkan deposit saldo untuk keperluan transaksi. "Jika sudah menjadi mitra, otomatis mereka akan punya rekening di BPRKS," ungkapnya.

Lokasi

Bila investasi sudah terpenuhi, carilah lokasi yang strategis. Faktor lokasi memang sangat menentukan. Menurut Agung, lokasi loket usahakan berada di daerah perumahan atau permukiman kelas menengah ke bawah.

Soalnya, penduduk kelas ini tidak terlalu suka menggunakan anjungan tunai mandiri (ATM) sebagai tempat pembayaran tagihan listrik. "Mereka lebih suka datang langsung ke loket," kata Agung.

Adapun orang-orang kelas menengah ke atas umumnya lebih suka membayar tagihan lewat telepon seluler. Dengan begitu, kebanyakan mereka enggan mendatangi loket pembayaran.

Ribrata mengatakan, umumnya mitra BPRKS menjadikan usaha ini sebagai bisnis sampingan. Mereka lebih suka membuka loketnya di depan rumah. Adapun sasaran konsumennya adalah masyarakat setempat. "Rata-rata mitra kami bisa melakukan 1.000 transaksi setiap bulan," kata Ribrata.

Pemasaran usaha

Menurut Fuad, yang sudah menjalani usaha ini, pemasaran loket PLKN tidak susah. Saat pertama kali memulai usaha ini, ia gencar menyebar brosur ke rumah-rumah penduduk. Kepuasan konsumen juga sangat diperhatikan, sehingga loketnya tersebar dari mulut ke mulut. "Yang paling penting pelanggan harus merasa nyaman dan percaya kepada saya," kata dia.

Ribrata mengatakan, saat seseorang telah resmi menjadi mitra, pihaknya akan memberikan pelatihan (training) agar dapat melakukan pemasaran secara luas. "Kami juga memberikan alat promosi berupa sebuah spanduk dan brosur sebanyak 500 lembar," kata dia.

Di PT Bangun Usaha Energi Perkasa juga ada pelatihan bagi mitra. Menurut Agung, yang paling penting dilakukan mitra adalah aktif memasarkan produknya. "Promosi itu di tangan mitra, mereka harus rajin keliling ke rumah-rumah," tukasnya.

Menjalani usaha ini, menurut Agung, tidak cukup hanya menunggu di loket. Lebih cocok lagi, loket tersebut juga menjual voucher pulsa telepon seluler. Dengan begitu, pelanggan langsung tahu bahwa di tempat itu melayani pembayaran listrik, ataupun pembayaran kredit sepeda motor. Berminat?
***

(Sumber : kontan online)



Rabu, 04 Januari 2012

Kiat Bisnis di Rumah untuk Ibu Rumah Tangga

Ada yang menarik dari artikel tentang wirausaha ala keahlian natural ibu yang saya kutip dari majalah ayah bunda dibawah ini.

Bahwa menjadi Ibu Rumah Tangga, tidak selalu harus menjadi inferior, tidak punya kebanggaan karena tidak berkarir di gedung-gedung pencakar langit di jalan Sudirman atau Kuningan, misalnya.

Menjadi Ibu Rumah Tangga sekaligus menjadi pemilik usaha rumahan bisa menjadi salahsatu alternatif sebagai bentuk aktualisasi diri di dalam komunitas sosial dan masyarakat.

Ada 3 kelebihan menjadi Ibu Rumah Tangga sekaligus menjadi pemilik usaha rumahan, yakni:

1. Usaha di rumah, memberikan banyak waktu memberikan perhatian terhadap perkembangan anak-anak.

2. Usaha di rumah, memberikan tambahan bagi pendapatan keuangan keluarga, bahkan bagi sebagaian orang menjadi sumber pendapatan keluarga yang utama.

3. Usaha di rumah, memberikan kesempatan sebuah usaha dapat berkembang menjadi sebuah perusahaan yang lebih terorganisir dan mapan, memberikan banyak waktu untuk bisa belajar berproses bagaimana mengembangkan usaha yang sedang dirintis. Karena pada umumnya usaha di rumah ini dapat dimulai dari modal yang kecil, biaya operasional yang lebih kecil, dan dapat dimulai saat ini juga.
***
** sumber gambar: http://www.google.com

Sabtu, 31 Desember 2011

Peluang Usaha Bisnis Toko Online Bagi Ibu Rumah Tangga

Bekerja tak harus keluar rumah. Itulah fenomena mendapatkan penghasilan yang sekarang sudah mulai banyak dilakukan orang. Fenomena tersebut adalah mencari penghasilan atau peluang usaha yang bisa dikerjakan di rumah.

Peluang usaha rumahan tersebut banyak dilakukan oleh ibu rumah tangga. Mereka, yang pada zaman dahulu tidak bisa mengeksplorasi kemampuan mereka karena keterbatasan ruang lingkup dan tempat, kini bisa leluasa mengembangkan kemampuan mereka melalui peluang usaha rumahan yang mereka jalankan.

Ibu rumah tangga tidak perlu merasa bosan dengan kegiatan monoton di rumah, karena sesungguhnya mereka bisa melakukan banyak hal bila mereka kreatif. Banyak peluang usaha yang bisa dilakukan oleh ibu rumah tangga di rumah.

Zaman sekarang ini, rumah bisa digunakan sebagai kantor atau tempat mencari uang bagi ibu rumah tangga. Mereka tidak perlu khawatir lagi tidak bisa mengeksplorasi kemampuan mereka, karena pada dasarnya mereka bisa bekerja di mana saja, termasuk di dalam rumah.

Salah satu peluang usaha bisnis online yang bisa dilakukan oleh ibu rumah tangga adalah dengan membuka toko online.

Pada dasarnya toko online hampir sama dengan toko pada umumnya. Bedanya hanya terletak pada interaksi langsung dengan pembeli yang bisa kita lakukan bila mengelola toko pada umumnya, sedangkan untuk toko online kita tidak dapat melakukannya.
Ruang lingkup toko online lebih luas dibandingkan toko biasa. Dengan memiliki toko online, seorang ibu rumah tangga bisa mendapatkan penghasilan tambahan tanpa harus terikat waktu.

Apa saja yang bisa dijual di toko online?

Bermacam-macam barang atau jasa bisa dijual dengan media toko online. Ide awalnya bisa dimulai dari hobi. Misalnya: bila seorang ibu rumah tangga gemar membaca buku, maka ia bisa membuka toko online di bidang penjualan buku, bila ibu rumah tangga suka dengan hal-hal berbau kecantikan maka dia bisa membuka toko online yang menjual beragam produk kecantikan, dan lain sebagainya.

Pada dasarnya semua tergantung pada minat, bakat, serta kemampuan dari ibu rumah tangga tersebut.

Toko online adalah salah satu peluang usaha lebih praktis dan murah dibandingkan dengan toko biasa (toko bukan online). Namun demikian, dalam menjalankan toko online, seorang ibu rumah tangga tetap harus jeli dan terampil.

Beberapa tips di bawah ini mungkin bisa dijadikan referensi bagi ibu rumah tangga yang ingin membuka peluang usaha dengan membuka toko online, yaitu:

1. Siapkan internet dan komputer atau notebook
Modal utama bagi ibu rumah tangga yang ingin membuka toko online sangat murah, yaitu: sebuah laptop dan modem. Tak seperti toko pada umumnya bukan yang membutuhkan space tertentu untuk membuka sebuah toko. Di toko online, dengan hanya bermodalkan komputer dan modem, ibu rumah tangga sudah bisa mengoperasikan bisnis online nya di mana saja, termasuk di rumah.

2. Tentukan produk yang ingin dijual
Tentukan produk atau jasa apa yang ingin ditawarkan pada konsumen. Produk atau jasa yang ditawarkan sebaiknya adalah yang disukai dan dikuasai. Hal tersebut mempengaruhi usaha dalam meraih kesuksesan di bidang bisnis toko online. Bila sesuatu yang dikerjakan tersebut adalah sesuatu yang dicintai, maka tentunya usaha yang dikeluarkan akan maksimal, dan hal tersebut akan berpengaruh pada hasil yang didapat.

3. Bergabunglah di group bisnis online
Hal tersebut akan menguntungkan sekali. Salah satu keuntungannya adalah menambah jaringan dan informasi. Dalam berbisnis, salah satu hal yang tidak boleh dilupakan dan mungkin sangat penting pengaruhnya adalah jaringan. Oleh sebab itu semakin banyak jaringan maka akan semakin banyak ilmu yang akan diperoleh.

4. Promosi
Promosi bisa dilakukan melalui facebook, email, mailing list, blog, dan komunitas maya yang diikuti.

5. Inovasi
Untuk menjaga kualitas barang atau jasa yang ditawarkan, hendaknya rajin melakukan inovasi.
*** 

Selasa, 20 Desember 2011

Hal Penting: Wajib Diperhatikan dalam Bisnis O.D.A.P

Hal-hal berikut ini adalah penting dibaca dan dipahami. Sebagian berisi himbauan dan sebagian lagi berisi hal-hal yang dilarang untuk dilakukan; member yang  melanggarnya akan mendapat penalti berupa penutupan account secara sepihak, seluruh pendapatan yang belum ditransfer akan dibatalkan, tidak ada pengembalian dana / jasa dalam bentuk apapun, dan data diri berikut IP nya akan diblokir dari sistem.
  • Pemasangan iklan pada media jejaring sosial seperti FACEBOOK, TWITTER, FRIENDSTER,  BLOG, dll. tidak dilarang. Namun demikian mesti kami tekankan bahwa advertiser kami, selaku pihak yang membayar jasa pekerjaan Anda tidak menyukai bila terjadi dispute, disreputasi, atau komentar negatif terhadap iklan atau posting yang Anda masukkan di media tersebut. Karenanya kami menghimbau dengan sangat, agar Anda berhati-hati dalam memasukkan komentar, topik, status, dll di media tersebut; serta senantiasa memoderasi / menghapus / tidak menampilkan komentar negatif tersebut pada media jejaring sosial dan blog manapun. Ini adalah permintaan tertulis dari pihak advertiser dalam kontrak kerja sama antara kami (UangReceh.com dengan advertiser). Harap Anda perhatikan aturan ini agar tidak berakibat negatif. Anda selaku member diperbolehkan untuk memberikan testimonial positif pada jejaring sosial atau blog manapun dengan tetap mengindahkan permintaan dari advertiser sebagaimana tercantum di atas.
  • Penggunaan software atau layanan iklan baris masal meskipun tidak dilarang, sangat tidak menjamin pekerjaan anda dan berdasarkan pengalaman kami hanya mendatangkan respon yang sangat-sangat sedikit. Maka kami sarankan agar member tidak menggunakan layanan ini.
  • Member tidak boleh meng-klik O.D.A.P code nya sendiri dan mengisi informasi pada form yang tersedia. O.D.A.P code ini bukan untuk Anda selaku member dan bukan ini yang diharapkan oleh advertiser. Advertiser kami memiliki sistem pengaman berlapis dan canggih sehingga perbuatan curang akan dengan cepat serta mudah diketahui dan akan berakhir dengan di black list nya account Anda. Untuk melakukan entry data Anda harus melakukan login melalui alamat http://www.UangReceh.com/login atau klik pada menu MEMBER di bagian atas halaman utama www.UangReceh.com.
  • Member tidak diizinkan untuk memaksa atau membujuk pengunjung untuk mengklik iklan yang dipasang di internet dalam bentuk paksaan apapun. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya bias pada hasil data yang terkirim ke advertiser sehingga berpotensi membahayakan kelangsungan program kerja milik bersama ini.
  • Member tidak diizinkan untuk menggunakan sistem kami untuk melakukan spamming baik secara langsung maupun tidak langsung.
  • Member tidak diizinkan untuk menggunakan program pertukaran traffic, program PTC / pay to click, PTE / pay to read email, atau program pengklik otomoatis lain dalam rangka meningkatkan jumlah klik. Dengan kata lain, segala cara yang selain dari yang gratis dalam rangka menyebarluaskan link Anda tidak diperbolehkan.
  • Member tidak diperbolehkan untuk meminjamkan, membagikan, atau mentransfer account mereka kepada orang lain.
  • Member tidak diperbolehkan untuk mengirim O.D.A.P code mereka melalui email kepada orang lain.
  • Member tidak diperbolehkan untuk mengubah O.D.A.P code mereka.
Untuk memulai Bisnis O.D.A.P, klik Code dibawah adalah :
http://www.penasaran.net/